Jumat, 03 April 2015

penyajian distribusi frekuensi dan numerik



Penyajian Distribusi Frekuensi dan Penyajian Numerik
Data 50 Pembeli Sepatu Pertama Berdasarkan Ukuran
Statistika dan Probablitas
Cecep Saepuloh
(1306027)



Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
2015

ABSTRAK
Distribusi Frekuensi atau Sebaran Frekuensi atau Bagian Distribusi Frekuensi adalah suatu pengelompokan atau penyusunan data menjadi tabulasi data yang memakai kelas – kelas data dan dikaitkan dengan masing – masing frekuensinya disebut.
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.
Dalam makalah ini dijelasakan mengenai penyajian distribusi frekuensi dan ukuran numeric atau terpusat. Penyajian distribusi frekuensi terdiri dari distribusi frekuensi kumulatif, distribusi frekuensi kumulatif, histogram frekuensi, polygon frekuensi, dan polygon. Sedangkan penyajian data terpusatnya terdiri dari
mean, mediam, modus, kuartil, desil, dan persentil.

KATA KUNCI: distribusi frekuensi kumulatif, distribusi frekuensi kumulatif, histogram frekuensi, polygon frekuensi, poligon, ukuran pusat data tunggal, ukuran pusat data kelompok, letak data, mean, mediam, modus, kuartil, desil, dan persentil.



BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Seringkali data yang telah tertumpuk tersedia dalam jumlah yang sangat besar sehingga kita mengalami kesulitan untuk mengenali ciri – cirinya. Oleh karena itu, data yang jumlahnya besar perlu ditata atau diorganisir dengan cara meringkas data tersebut kedalam bentuk kelompok data sehingga dengan segera dapat diketahui cirinya dan dapat dengan mudah dianalisis sesuai dengan kepentingan kita. Pengelompokan data tersebut dilakukan dengan cara mendistribusikan data dalam kelas atau selang dan menetapkan banyaknya nilai yang termasuk dalam tiap kelas yang disebut frekuensi kelas, Suatu pengelompokan atau penyusunan data menjadi tabulasi data yang memakai kelas – kelas data dan dikaitkan dengan masing – masing frekuensinya disebut distribusi frekuensi atau Sebaran frekuensi Bagian Distribusi Frekuensi.
Kemudian setelah itu, terkadang kita juga tidak selamanya mengetahui sample data yang ada di lapangan, dan kita dapat mengetahui sebuah data dilihat dari penyajian data terpusat. Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang di uraikan, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu:
1.      Bagaimana pengukuran terhadap objek untuk memperoleh data kuantitatif dengan skala pengukuran interval atau rasio sebanyak minimal 50 buah dari data ukuran sepatu?
2.      Bagaimana cara penyajian  tabel distribusi frekuensinya?
3.      Bagaimana cara penyajian  dalam bentuk grafis yang sesuai (histogram, poligon, ogif)?
4.      Bagaimana cara penyajian data dalam ringkasan ukuran pusat data tunggal?
5.      Bagaimana cara penyajian data dalam ringkasan ukuran pusat data kelompok?
6.      Bagaimana cara penyajian  data dalam ukuran letak?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui bagaimana:
1.      Pengukuran terhadap objek untuk memperoleh data kuantitatif dengan skala pengukuran interval atau rasio sebanyak minimal 50 buah dari data ukuran sepatu yang dibeli.
2.      Cara penyajian  tabel distribusi frekuensinya
3.      Cara penyajian  dalam bentuk grafis yang sesuai (histogram, poligon, ogif).
4.      Cara penyajian data dalam ringkasan ukuran pusat data tunggal
5.      Cara penyajian data dalam ringkasan ukuran pusat data kelompok
6.      Cara penyajian  data dalam ukuran letak


BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Tabel Frekuensi

Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas.

2.2 Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu

2.3  Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.

2.4 Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.



2.5 Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.

2.6 Nilai tengah                
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

2.7 Histogram
Suatu bentuk grafik distribusi frekuensi yang merupakan batang – batang yang disusun secara berderet tanpa jarak yang menggambarkan tinggi frekuensi tiap kelas

2.8 Poligon ( Polygon )
Suatu bentuk Grafik distribusi frekuensi yang merupakan garis patah – patah yang menghubungkan titik tengah histogram tiap kelasnya

2.9 Ozaiv ( Ogive )
Suatu bentuk Grafik distribusi frekuensi yang merupakan garis patah – patah yang menghubungkan tinggi frekuensi kumulatif dari tiap – tiap kelasnya.

2.10 Distribusi Frekuensi Kumulatif
Distribusi Frekuensi Kumulatif yaitu distribusi frekuensi yang frekuensinya ditambahkan atau dikurangkan secara bertahap dengan frekuensi tiap kelasnya dari DF asalnya. DF kumulatif terdiri dari

2.11 Ukuran Pemusatan Data
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.

BAB III KERANGKA KERJA
            Dalam pembahasan kali ini, penulis membuat sebuah pengukuran data mengenai ukuran dari 50 pembelian sepatu pertama. Berikut ini merupakan data yang telah dikumpulkan dari penelitian berikut, yaitu sebanyak 50 data:


no
Nama
Ukuran Sepatu
1
Acep
41
2
Adi
40
3
Agung
42
4
Agus
39
5
Akung
41
6
Aldi
41
7
Aminadin
40
8
Anang
40
9
Andi
43
10
Andri
40
11
Anton
42
12
Anton
42
13
Anwar
41
14
Asep
39
15
Atep
42
16
Cecep
40
17
Cepi
39
18
Dani
40
19
Dodi
39
20
Doni
40
21
Fahmi
42
22
Faisal
39
23
Fambi
41
24
Feri
39
25
Firman
40
26
Ginan
40
27
Ginanjar
39
28
Gingin
39
29
Gungun
39
30
Guntur
40
31
Hani
40
32
Hasbi
40
34
Hikmah
41
35
Hilman
41
36
Jajang
41
37
Jenal
41
38
Junjun
42
39
Panca
42
40
Pandu
41
41
Rian
43
42
Solehudin
40
43
Somat
39
44
Sumirat
39
45
Udin
43
46
Ujang
40
47
Yana
39
48
Yogi
39
49
Yudi
39
50
Yuspar
40

3.2 Proses Penelitian
nilai maksimal
43,0
nilai Minimal
39,0
Range
4,0
kelas 2k >50
5
Interval
0,8




3.3 Rekapan penelitian dalam bentuk tabel
Rekap data dalam Tabel

tepi bawah
tepi atas
Turus

39,0
39,7
14

39,8
40,5
15

40,6
41,3
10

41,4
42,1
8

42,2
43,1
3

43,0






3.4 Tabel distribusi






tabel distribusi frekuensi relatif


tepi bawah
tepi atas
frekuensi
frekuensi relatif


39,0
39,7
14
28%


39,8
40,5
15
30%


40,6
41,3
10
20%


41,4
42,1
8
16%


42,2
43,1
3
6%












tabel distribusi frekuensi relatif


kurang dari
frek kumulatif
lebih dari
frek kumulatif


39,7
0
2,3
50


40,5
14
2,6
36


41,3
29
2,8
21


42,1
39
3,0
11


43,0
47
3,3
3





3.5 Histogram


Histogram frekuensi

tepi bawah
tepi atas
batas bawah
batas atas
frekuensi

39,0
39,7
2,35
39,65
14

39,8
40,5
2,65
40,45
15

40,6
41,3
2,85
41,25
10

41,4
42,1
3,05
42,05
8

42,2
43,1
3,35
43,05
3

















3.6 Grafil penelitian



kesimpulan penelitian berdasarkan data dari grafik di atas bahwa kebanyakan sepatu yang banyak dibeli adalah ukuran 40.






Rekap data dalam Tabel
tepi bawah
tepi atas
Nilai tengah
frekuensi
f.komulatif
f.Ninal tengah
39,0
39,7
39,35
14
14
550,9
39,8
40,5
40,15
15
29
1164,35
40,6
41,3
40,95
10
39
1597,05
41,4
42,1
41,75
8
47
1962,25
42,2
43,1
42,65
3
50
2132,5
43,0




7407,05

MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :

Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median

Keterangan :
Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       50 / 2 = 25
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘25’ terletak pada baris ke-6, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 2 yaitu : 39,8
Rekap data dalam Tabel
tepi bawah
tepi atas
Nilai tengah
frekuensi
f.komulatif
f.Ninal tengah
39,0
39,7
39,35
14
14
550,9
39,8
40,5
40,15
15
29
1164,35
40,6
41,3
40,95
10
39
1597,05
41,4
42,1
41,75
8
47
1962,25
42,2
43,1
42,65
3
50
2132,5

N=50
Interval = 39,8 - 39,0 = 0,8
Frekuensi = 29           f= 15
Med = L + i (n/2 – F)
                          F
Med = 39,8 + 0,8 (50/2 – 29)
                                  15
Med = 39,53

MODUS

·         Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :

·         Dengan :
L          : batas bawah kelas yang mengandung modus
i           : interval kelas/lebar kelas
d1        : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2        : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Keterangan :
N=50
Interval = 39,8 - 39,0 = 0,8
Frekuensi = 29           f= 15
L= 39,75
D1           = frekuensi terbesar – bagian atas dari frekuensinya
= 15-14 = 1
D2           = frekuensi terbesar – bagian bawah dari frekuensi
= 15- 10 = 5
TBMO   = 40-39,8/2 =20,1
Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 39,8 +0,8 (   1  )
                              1+5
Mod = 39,93

KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :

Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Jadi :
n   : 50
i    : 0,8
L  : 39,8
F   : 29
f   : 15
k   : 1, 2, 3

k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 39,8 + 0,8 (1.50/4-29)
                                            15
              Q1 = 38,92

k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q2 = 39,8 + 0,8 (2.50/4-29)
                                            15
              Q2 = 39,59

k = 3  >  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q3 = 39,8 + 0,8 (3.50/4-29)
                                            15
              Q3 = 40,37

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan bila harus menghitung sampai 10 akan cukup banyak, jadi disini saya hanya menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D1 = 39,8 + 0,8 (1.50/10-29)
                                             15
              D1 = 38,52

k = 2  >  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                      f
              D2 = 39,8 + 0,8 (2.50/10-29)
                                             15
              D2 = 38,79

k = 3  >  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                       f
              D3 = 39,8 + 0,8 (3.50/10-29)
                                             15
              D3 = 39,05
PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P1 = 39,8 + 0,8 (1.50/100-29)
                                             15
              P1 = 37,9

k = 2  >  P2 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P2 = 39,8 + 0,8 (2.50/100-29)
                                             15
              P2 = 38,35

k = 3  >  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P3 = 39,8 + 0,8 (3.50/100-29)
                                             15
              P3 = 38,33

IV.             KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dengan data 50 orang pemakai nomor sepatu berdasarkan pembelian disuatu toko, penulis dapat menemukan hasil dari Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, Tabel Distribusi Kumulatif yang nantinya menghasilkan grafik ogif (positif dan negatif). Di samping itu, dapat menemukan hasil dari :
mean (rata-rata)           : 148,141
median                        : 39,53
modus                         : 39,93
Kuartil1                        : 38,92
Kuartil2                        : 39,59
Kuartil3                        : 40,37
Desil1                           : 38,52
Desil2                           : 38,79
Desil3                           : 39,05
Persentil1                     : 37,9
Persentil2                     : 38,35
Persentil3                     : 38,33

DAFTAR PUSTAKA

-          Sarah, Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar